Jakarta, Kantor Berita Jabar – Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (ABI) mengeluarkan pernyataan sikap tegas menanggapi kabar gugurnya Imam Ali Khamenei, yang menurut laporan media internasional dan rezim Iran dinyatakan tewas dalam serangan udara bersama oleh militer Amerika Serikat dan Israel di Teheran, pada Sabtu akhir pekan lalu. Iran telah mengonfirmasi kematian Khamenei dan menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah serangan itu. (01/03/2026)
Dalam pernyataan resminya, ABI menyatakan bahwa gugurnya Imam Ali Khamenei merupakan kehilangan besar bagi umat Islam dan seluruh kekuatan yang konsisten menentang hegemoni global. Organisasi tersebut mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 23 tentang keteguhan janji dan pengorbanan di jalan Allah.
ABI menegaskan bahwa Khamenei bukan sekadar pemimpin politik, tetapi juga simbol keteguhan prinsip, konsistensi ideologis, dan keberanian dalam menghadapi dominasi kekuatan global. Menurut ABI, serangan terhadap seorang pemimpin negara berdaulat dan tokoh keagamaan menjadi preseden berbahaya yang mencederai nilai kedaulatan negara serta norma dasar kemanusiaan dan hukum internasional.
“Darah syuhada tak pernah padam. Perlawanan tidak berhenti. Ide tidak dapat dihancurkan oleh peluru,” tegas ABI dalam pernyataannya, menegaskan bahwa kesyahidan tidak akan meredupkan perjuangan, melainkan menguatkan tekad dan solidaritas umat.
Empat Pernyataan Sikap ABI
Dalam dokumen komprehensif yang ditandatangani Ketua Umum ABI, Zahir Yahya, organisasi ini menyampaikan empat poin sikap utama:
1.Penghormatan Tertinggi kepada Seorang Syahid Umat
ABI menyebut gugurnya Imam Ali Khamenei sebagai kemuliaan dalam perjuangan, dengan amanah kepemimpinan yang ditunaikan hingga akhir hayat.
2.Penegasan Sikap Anti-Penjajahan
ABI menolak segala bentuk dominasi, penjajahan, dan intervensi asing terhadap bangsa mana pun, serta menganggap perlawanan terhadap kezaliman sebagai mandat moral.
3.Konsolidasi Solidaritas Umat
ABI menyerukan kepada umat Islam, khususnya pengikut Ahlulbait di Indonesia, untuk memperkuat persatuan, meningkatkan literasi politik, serta memperkokoh barisan menghadapi dinamika global yang kompleks.
4.Seruan Spiritualitas dan Keteguhan
ABI mengajak seluruh umat untuk menyelenggarakan majelis doa dan tilawah Al-Qur’an selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan serta penguatan ruhani, agar kesedihan melahirkan keteguhan, bukan keputusasaan.
Pernyataan itu ditutup dengan doa agar Allah SWT menerima amal dan jihad Imam Ali Khamenei, menempatkannya bersama para syuhada dan orang-orang saleh, serta meneguhkan hati umat untuk terus memperjuangkan keadilan dan martabat kemanusiaan (Arsy)










