KBJ, Pangandaran – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa delapan siswa Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya mendukung kesehatan anak sekolah kini justru disorot karena insiden tersebut.
Dari delapan siswa yang sempat mendapat perawatan medis, tujuh di antaranya telah kembali pulih. Namun, satu siswa masih dirawat karena memiliki penyakit penyerta. Pemeriksaan laboratorium juga sudah dilakukan, di mana hasil uji kimia menunjukkan tidak ditemukan kandungan berbahaya. Sementara itu, uji bakteriologis masih menunggu hasil resmi dalam beberapa hari ke depan.
Menanggapi kejadian ini, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menginstruksikan langkah cepat. Ia menggelar rapat koordinasi dengan Forkopimda, BPOM Tasikmalaya, serta Dinas Kesehatan untuk mengevaluasi jalannya program MBG. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengetahui lebih detail soal jumlah dapur pengolahan, pihak pengelola, hingga sistem distribusi makanan.
“Program ini harus tetap berjalan, tapi dengan pengawasan yang ketat. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” tegas Bupati Citra.
Selain evaluasi, dalam waktu dekat Pemkab Pangandaran akan menerbitkan surat tugas khusus bagi Satgas pengawasan MBG. Tim ini akan bertugas memantau langsung proses produksi makanan di setiap dapur, mulai dari standar kebersihan, kualitas bahan pangan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
Kapolres Pangandaran juga menambahkan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus disiplin menerapkan SOP. Untuk memperkuat bukti, sampel makanan dan muntahan siswa juga sudah dikirim ke Puslabfor Polri.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkab Pangandaran berharap kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga, sekaligus memastikan keamanan pangan bagi seluruh pelajar di daerahnya.






