Bandung, Kantor Berita Jabar – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Langkah itu diperkuat lewat kegiatan fasilitasi pengumpulan data kajian sertifikasi halal melalui skema self declare yang digelar di Ruang Publik Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Jumat (22/5/2026).
Percepatan ini menjadi perhatian serius karena jumlah produk halal di Jawa Barat terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Pemprov menargetkan sebanyak 644.116 produk tersertifikasi halal sepanjang 2026.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Diskuk Jabar, Widyaningsih, mengatakan capaian sertifikasi halal di Jawa Barat sudah melampaui target sebelumnya.
“Target jumlah produk tersertifikasi halal Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 644.116 produk. Kita patut bersyukur dan mengapresiasi kerja keras bersama, karena pencapaian kumulatif hingga tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat progresif,” ujarnya.
Data Pemprov mencatat, total sertifikat halal yang telah terbit mencapai 875.908 sertifikat. Jumlah produk bersertifikat halal bahkan menyentuh angka 2.281.615 produk.
Sebanyak 1.382.240 produk diperoleh lewat jalur self declare, sedangkan 899.375 produk lainnya melalui jalur reguler.
Meski angka itu terbilang tinggi, Pemprov Jabar belum ingin melambat. Widyaningsih menegaskan percepatan tetap harus dilakukan agar semakin banyak UMKM mampu bersaing di pasar nasional hingga global.
“Meskipun pencapaian ini telah melampaui target, akselerasi tidak boleh berhenti,” katanya.
Tahun ini, sejumlah perangkat daerah ikut bergerak memperluas fasilitasi sertifikasi halal. Diskuk Jabar membidik 100 UMKM sektor katering, rumah makan, dan kedai melalui skema reguler.
Sementara itu, DPMPTSP menargetkan 500 UMKM sentra kuliner lewat skema self declare. Disindag menyasar 200 pelaku usaha, Disparbud menargetkan 300 pelaku pariwisata serta 150 pelaku ekonomi kreatif, sedangkan DKPP memprioritaskan sertifikasi halal untuk dua rumah potong hewan.
Forum tersebut juga menghadirkan Prakoso Bhairawa Putera dan Gandy Setiawan sebagai pemateri terkait penguatan ekosistem halal nasional (Red)







