Jendela Informasi Jawa Barat
Beranda
KIRI-1 - Kantor Berita Jabar
KANAN-1 - Kantor Berita Jabar

Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, Cendol Elizabeth Sudah Jadi Ikon Bandung

Bandung, Kantor Berita Jabar – Di tengah gempuran minuman kekinian, Es Cendol Elizabeth masih menjadi tujuan banyak warga dan wisatawan saat mencari kuliner khas Bandung.

Minuman legendaris itu ternyata punya cerita panjang sejak era 1970-an. Pendiri Es Cendol Elizabeth, H. Rohman, awalnya hanya berjualan menggunakan gerobak keliling sebelum akhirnya dikenal luas seperti sekarang.

Banner Pegadaian

Nama “Elizabeth” sendiri muncul bukan dari strategi bisnis besar, melainkan dari kebiasaan sederhana saat menerima pesanan pembeli.

“Ketika ada yang memesan cendol, Rohman yang kurang lancar dalam membaca dan menulis, meminta tolong ke Eli untuk menuliskan pesanannya,” kata Nur Hidayah, anak kedua H. Rohman.

Kala itu, Eli menggunakan bon bertuliskan Elizabeth untuk mencatat pesanan. Dari situlah nama Cendol Elizabeth mulai dikenal pelanggan.

“Inilah asal usul nama Cendol Elizabeth,” ujar Nur.

Lokasi berjualan yang berada di depan rumah Bu Eli sekaligus Toko Tas Elizabeth membuat nama tersebut makin melekat di masyarakat.

Bahkan pada masa awal popularitasnya, pembeli tas Elizabeth disebut sering mendapat suguhan cendol secara gratis.

“Kalau sekarang mungkin bisa disebut sebagai welcome drink-nya,” tutur Nur.

Seiring waktu, pelanggan terus berdatangan hingga akhirnya Es Cendol Elizabeth membuka pusat usaha di Jalan Inhoftank Nomor 64 pada 1998.

Kini, selain menjual cendol original, tersedia pula varian nangka dan alpukat. Ada juga Es Cendol Queen Elizabeth yang hadir di sejumlah pusat perbelanjaan dengan konsep modern menggunakan susu sebagai pengganti santan.

Selain cendol, tempat tersebut menjual menu lain seperti es goyobod, batagor kering, bakso tahu, hingga bakso yamin.

Meski sudah puluhan tahun berjalan, Nur memastikan satu hal yang tidak berubah adalah kualitas rasa.

“Dari awal berdiri sampai sekarang, kita selalu mempertahankan kualitas rasa yang tidak berubah,” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Latar kantor berita jabar (bg-kbj)